Home » » NU Depok Protes, Nama Masdjid Baitul Kamal Diubah

NU Depok Protes, Nama Masdjid Baitul Kamal Diubah

Depok Brantas 
Masjid Baitul Kamal  menjadi  kebanggaan warga yang berada di Balaikota, Depok,  secara sepihak telah diganti nama menjadi Masjid Agung Balaikota. Protes warga Depok cukup beralasan, karena pembangunan masjid itu sepenuhnya bukan berasal  dari  APBD. 
Namun, sebagian warga turut memberikan bantuan dalam pembangunannya. "Perlu diingat, dalam pembangunan masjid Baitul Kamal kita juga ikut memberi iuran, waktu itu pakai kupon. Sekarang tanpa ada pemberitahuan diganti namanya.

Kalau tindakannya seperti ini,   Pemkot Sudah tidak beretika,"terang ketua PCNU Depok KH. Burhanuddin Marzuki seusai peringatan Maulid Nabi, Semaan Al-Qur'an  dan Lailatul Ijtima'. Masjid Baitul Kamal, Balaikota.  Sabtu (3/2). Malam.

Burhan menuturkan, seharusnya dalam penggantian nama masjid, Pemkot Depok tidak bisa  seenaknya mengubahnya sendiri tanpa ada musyawarah terlebih dahulu. Menurutnya,  Pemkot Depok tidak punya hak dalam penggantian nama.

Ia menilai, dengan penggantian nama secara sepihak berarti telah melupakan sejarah. "Ini sama saja melukai hati masyarakat Depok. Contohnya saja,nama sebuah yayasan dan diganti nama apa tidak tersinggung orang yang mewakafkannya.   Apalagi, banyak laporan dari  saudara kita yang mengeluh tidak bisa menggunakan masjid ini,"terangnya.
Sebelumnya, Ketua FPI Kota Depok Habib Idrus Al-Gadri mengamuk setelah ditolak  memasuki masjid Baitul Kamal  saat ingin melepas  jamaah Umroh bimbingannya. Menurutnya, Masjid ini dibangun oleh umat bukan dari golongan tertentu yang tinggal menikmati saja. ”Perlu ana ingatkan ya, masjid ini milik umat bukan milik golongan tertentu saja,”terangnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Depok Babay Suhaimi mengingatkan bahwa Walikota Depok tidak punya hak untuk mengganti nama masjid Baitul Kamal dengan nama lain.  Menurutnya, saat pemberian dulu terdapat beberapa nama pilihan dan akhirnya warga menjatuhkan pilihannya pada  nama Masjid Baitul Kamal. Dirinya menilai apa yang telah dilakukan oleh Pemkot Depok merupakan tindakan yang tidak bijak. Seharunya, sebelum melakukan penggantian nama harus bermusyawarah dan mengundang sejumlah tokoh masyarkat. “Ini kan diam-diam saja lalu menggantinya. Walikota ga punya hak mengganti Nama.memangnya Masjid ini dibangun pakai dana APBD, main ganti saja,”terangnya. 

Babay menegaskan, bahwa pembangunan Masjid Baitul Kamal merupakan sepenuhnya tidak menggunakan dana APBD. Selain itu, masyarakat Depok juga memiliki andil dalam penggalangan dana dan proses pembangunanannya. Untuk itu, dirinya meminta agar nama itu  dikembalikan seperti semula. “Apa yang dilakukannya sudah tidak tepat. Jadi, saya minta agar nama Masjid Baitul Kamal dikembalikan seperti semula. Kalau perlu, pasang plang namanya yang gede. Sebab, semua masyarakat berhak menggunakan masjid ini,”ujarnya. 

Sampai saat ini, dari pihak Pemkot Depok belum ada yang bisa memberikan keterangan terkait pengubahan nama Masjid Baitul Kamal.(swd)


Share this article :
 
Creative By Deddy Djumhana S.Kom -(c)2014

IT Counsultant Office -021 71379112 - +6281281379596
Copyright © 2011. pantau - All Rights Reserved